Inilah akibatnya kalau pengiriman suporter tanpa koordinasi. Dan untuk kesekian kalinya, oknum Bonek lagi-lagi bikin ulah usai menyaksikan tim kebanggaannya bertanding away ke kandang Pelita Jaya di Karawang.
Kali ini, beberapa oknum bonek tersebut bikin ulah di Stasiun Cepu, Jateng, Senin (11/1/2010) dengan merampas makanan milik para pedagang setempat. Aksi tersebut bermula saat oknum beratribut bonek tersebut pulang dari Karawang dengan menumpang kereta api (KA) dan singgah di Stasiun Cepu. Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, selain merampas makanan milik pedagang, mereka juga melempari warga dengan batu saat berusaha menghardiknya.
Mendengar adanya aksi anarkis oleh oknum bonek, petugas di Stasiun Kota Bojonegoro langsung menghubungi pihak Polres Bojonegoro dan Polsek Kota. Tujuannya tak lain adalah untuk mengamankan stasiun agar kondisi di Cepu tidak terulang di Bojonegoro.
Mendengar adanya kabar itu, seratusan petugas kepolisian langsung bersiaga penuh. Jumlah persoinil yang diturunkan sebanyak 1 pleton lebih dan kebanyakan dari Satsamapta Polres Bojonegoro.
Kasat Samapta Polres Bojonegoro, AKP Temmy A Rachman membenarkan adanya kejadian di Cepu dan antisipasi di Stasiun Kota Bojonegoro. “Pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi keamanan di stasiun. Sebab pihak kami mendapat informasi kebrutalan bonek di Stasiun Cepu,” katanya.
Ternyata benar, kereta api barang dari arah barat yang masuk di jalur 4 stasiun sudah nampak berdiri ratusan bonek dengan berbagai atribut dan tampilan khas supporter Persebaya Surabaya.
Di atas kereta itu juga terdapat sisa batu yang berserakan dan juga di dasar gerbong terbuka. Namun, aksi mengkhawatirkan yang dilakukan bonek tidak terulang. Hanya sejumlah orang turun, lalu meminta minum dan rokok kepada penumpang di dalam kereta KRD yang kebetulan akan berangkat ke Surabaya. Walaupun begitu, pedagang Stasiun Bojonegoro sempat ketakutan akan dagangannya.
Seperti dikatakan oleh Jumilah, pedagang warga Sumbang. Menurutnya, dirinya sempat kawatir kalau bakal terjadi tindak anarkis di stasiun, seperti yang dikabarkan di Cepu. “Makanya ketika mendapat informasi dari pihak stasiun, kami langsung menutup semetara dagangan ini,” terangnya.
Terpisah, Kepala Stasiun Bojonegoro, Suprapto mengaku juga sempat khawatir dengan kedatangan Bonekmania. Makanya, dia langsung berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk bantuan pengamanan.
[Reporter : Abdul Qohar - beritajatim]
Derbi ekstra keras tersaji di Kota Kepanjen,Kab.Malang antara Arema melawan Persema dalam lanjutan Liga Super Indonesia Minggu, 10 Januari 2010. Derby tersebut mutlak kemenangan Arema setelah berhasil menekuk saudara tuanya,Persema Malang dengan Skor 3-1, Arema sempat tertinggal terlebih dahulu melalui gol yang di cetak oleh Jairon Feliciano Pada menit ke-15 yang tidak mampu di tangkap oleh Kiper Timnas Indonesia{Markus Horison}. Gol tersebut sontak membuat ribuan Aremania terdiam. arema
Meskipun Panitia Pelaksana pertandingan Arema Malang memberi sinyal akan meminta sumbangan kepada Aremania sebesar Rp 5 ribu, namun desakan dari supporter tim berjuluk Singo Edan yang berada di luar Malang Raya terus muncul. Mereka yang tidak bisa menyaksikan langsung atau memberi sumbangan saat pertandingan kandang Arema juga ingin menyumbang untuk menyelamatkan tim kesayangannya Arema.
Sebagai pecinta sepakbola dan warga Jawa Timur, meski tidak secara langsung bersinggungan dengan Arema Malang, saya benar-benar tidak akan rela bila Tim Singo Edan bubar hanya karena problem finansial. Apalagi, kondisi tim saat ini sedang berada di puncak klasemen sementara ISL. Secara ideologi sepakbola industri, Arema adalah satu dari tiga tim di Indonesia selain Pelita Jaya Karawang dan Pro Duta (Divisi Utama) yang masih eksis tanpa tercemar tangan-tangan birokrat. Tanpa adanya subsidi sepeserpun dari pemerintah daerah sebagaimana yang dilakukan tim-tim lainnya, membuat Arema cukup solid untuk terkontaminasi kepentingan politik.
Sejak kemarin, mes para pemain Arema di Jalan Ijen, Kota Malang, terlihat sunyi senyap. Beberapa pemain bahkan sudah terbang ke negaranya. Untuk pemain lokal, mereka memilih pulang kampung dan berkumpul dengan keluarganya sambil menunggu keputusan manajemen. Seluruh pemain asing bahkan sudah tidak tampak di mes pemain. Piere Njanka dan Landry Pouyange malah sejak kemarin, sudah mengemasi barang-barangnya dan meminta pengurus untuk menerbangkannya ke Perancis. Sedang M Ridhuan dan Along, saapaan akrab Noh Alam Syah, sudah terbang ke Singapura.
Persema Malang serius menghadapi laga derby menghadapi Arema Indonesia, 10 Januari mendatang. Bahkan pelatih Subangkit hanya memberi libur Natal dua hari.
Penampilan dua tim asal Malang tersebut memang sedang menanjak musim ini. Persema saat ini hanya tertinggal lima poin dari Arema di puncak klasemen sementara Indonesia Super League (ISL). Subangkit sepertinya tidak ingin tren positif hilang dari timnya dengan memberi libur yang panjang. Usai menggebuk Persib Bandung 3-0, Rabu (23/12), Bima Sakti dan kawan-kawan hanya mendapat jatah libur dua hari, 24-25 Desember.
Astaga.com lifestyle on the net, adalah salah satu tema yang di usung oleh portal astaga.com, sebuah portal yang menyajikan informasi dan hiburan kepada masyarakat indonesia, di astaga.com terdapat berbagai kategori berita, berikut ini adalah kategori yang terdapat di portal Astaga.com : * HOME
* HIDUP GAYA
o Kuliner
o Gadget
o Travel
o Games
o Sport
o Otomotif
o Fashion & Style
o Nightlife & Clubbing
o Hasrat
* SINEMA
o Bioskop
o DVD & VCD
o Layar Kaca
o Gosip
* MUSIK
o Musik Resensi
o Kilas Musik
* SELEBRITI
o Artist
o Musisi
* RAGAM
o Sembari Ngopi
o Tanya Dokter
o Seremonia
o Poll
o Lainnya
* VIDEO
* ZODIAK
* YOURNEWS
o Published
o Upcoming
o The Best News
* 7CIRCLE
o Games
o Chat Room
o Musik
o Video
* FORUM
Astaga.com merupakan salah satu portal terbesar di indonesia yang paling laris di kunjungi oleh masyarakat cyber,saya sendiri juga sering kali berkunjung ke portal astaga.com, namun dari keseluruhan berita yang di sajikan saya paling sering membaca informasi tentang olahraga sepakbola, meskipun saya sendiri tidak bisa bermain sepakbola dengan baik dan benar..heheh…..
Berita terbaru tentang liga champion, dan masih sama di musim-musim sebelumnya AC.Milan adalah team favorit saya sejak kecil hingga gede kaya gini, tak terasa perjalanan liga champion telah memasuki fase pengundian 16 besar, dan Rosonerri berhasil melenggang ke babak tersebut, Alessandro Nesta pemain belakang AC.Milan mengungkapkan dalam pengundian nanti team yang ia bela dapat bertemu dengan Manchester United. ia tidak menyukai jika Milan bertemu Chelsea atau Barcelona, apakah Nesta sendiri takut pertahanan yang ia galang akan kebobolan oleh 2 team raksasa tersebut?informasi selengkapnya bisa anda baca di astaga.com.
Selain berita tentang pengundian Liga Champion, kabar terbaru lainnya adalah terkait pemilihan pemain terbaik eropa, dan kali ini penyerang Barcelona Lionel Messi terpilih menjadi pemain terbaik. ia di nobatkan oleh FIFA, saya sendiri juga setuju atas terpilihnya Messi sebagai pemain terbaik, melihat penampilannya selama ini memang membuat orang berdecak kagum di buatnya, skill dan power yang ia miliki merupakan andalan barcelona untuk menjebol gawang lawan-lawannya, faktor lain yang membuat ia terpilih juga karena Messi berhasil membawa team catalan Spanyol itu menjuarai Liga Champions, Copa Del Rey dan Liga Spanyol.Messi juga turut membawa klub Catalan itu meraih tiga gelar berikutnya di tahun ini (Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub dan Piala Super Spanyol.
Gelar Pemain Terbaik FIFA menjadi penghargaan individu buat dirinya yang keempat. Tiga gelar lainnya adalah Onze d’Or, Ballon d’Or dan Bola Emas Piala Dunia Antarklub.
Anda penggemar Sepak Bola Liga Champion?siapa team favorit anda?semua berita tersaji di portal astaga.com
Direktur Arema Malang Gunadi Handoko kecewa terhadap ancaman akan hengkangnya pelatih dan sejumlah pemain Arema.
Dihadapan sejumlah suporter Arema “Aremania” yang mendatangi markas Arema di Malang, Kamis, Gunadi mengaku kecewa terhadap ancaman yang dikeluarkan pelatih Arema, Robert Albert itu. arema malang
Pelatih dan pemain asing Arema Malang mengancam akan "hengkang" (keluar) dari skuad tim berjuluk "Singo Edan" tersebut, karena kecewa dengan sikap manajemen tim tersebut.
Dalam keterangan persnya usai pertandingan Arema Malang melawan Sriwijaya FC yang berakhir 3-0 untuk Arema, pelatih Arema Robert Albert, Rabu, mengatakan, dirinya bersama sejumlah pemain asing dan pemain lainnya dikecewakan oleh manajemen Arema. Apa yang dijanjikan manajemen melalui surat kontrak tidak dipatuhi, sehingga pemain serta pelatih mengalami kerugian.
"Kami beberapa kali dijanjikan pihak manajemen akan diberikan bonus sesuai kontrak. Namun, hingga kini mereka tidak memenuhinya. Kami tidak mau meminta-minta karena kami bukan pengemis," katanya.
Asisten pelatih Arema, Liestiadi, yang menadampingi pelatih Robert Albert, menjelaskan, ketika masuk skuad tim Arema, dirinya tidak mengetahui masalah internal tim, termasuk krisis keuangan pada Arema.
Sedangkan, pelatih dan pemain yang telah dijanjikan diberikan bonus sesuai kesepakatan yang tertuang dalam kontrak hingga saat ini belum dipenuhi.
"Bebrapa kali manajemen berdalih jika keuangan tim sedang merosot. Akibatnya, hak pemain dan pelatih hingga kini belum menemui titik terang," katanya.
Ia mengatakan, selama ini manajemen tidak merespons terhadap apa yang dikeluhkan pelatih dan pemain serta ofisial tim.
"Salah satu kasusnya, yakni ketika kita diusir dari salah satu penginapan ketika bermain tandang ke luar kota karena belum dibayar. Kami hanya ingin profesional dalam setiap pertandingan dan meminta memenuhi kewajiban kami sesuai dengan kontrak," katanya.
Pihaknya berjanji akan meninggalkan skuad tim Arema jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak dipenuhi. "Yang tahu semua tentang batas waktu adalah pihak manajemen," kata Liestiadi.
Arema. Malang
Lanjutan Laga ISL menjamu Sriwijaya FC,Arema unggul 3-0,gol di cetak oleh Pierre Njanka di Menit ke 5.Fachrudin dan Roman Chimelo
Arema harus waspada. Lawan yang akan dihadapi di Stadion Kanjuruhan, Malang, besok (23/12), Sriwijaya FC, tengah memendam kecewa.
Tim asal Palembang itu akan melampiaskan dendamnya saat dijamu Singo Edan -julukan Arema. Itu disebabkan Charis Yulianto dkk gagal mencuri poin saat menghadapi Persema Malang di Stadion Gajayana, Malang (20/12). Yang menyakitkan lagi, kekalahan tersebut terjadi setelah tuan rumah mencetak gol pada menit ke-89 melalui M. Kamri. ''Jika kami kalah, tentunya akan mempersulit tim ini berada di papan atas,'' tutur Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya, kemarin (21/12).
Dia pun berjanji akan tampil menyerang. Strategi itu dilakukan karena Sriwijaya ingin mencuri poin di kandang Arema.
Tambahan poin atas Arema dibutuhkan Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya, untuk kembali merangsek ke papan atas. Apabila kalah oleh Arema, posisi Sriwijaya di papan tengah terancam melorot. Mereka juga semakin jauh dengan koleksi poin Arema di puncak klasemen.
Saat ini Arema sebagai pimpinan klasemen mengantongi 24 poin dari 11 kali pertandingan. Sementara Sriwijaya mengemas 17 poin dari 10 kali pertandingan.
Sayang, pada laga besok, tim asal Palembang itu tampil pincang. Bek kanan Cristian Worabay dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Kiper senior Hendro Kartiko diperkirakan juga tidak bisa tampil karena mengalami cedera kepala ketika berhadapan dengan Persema.
Meski demikian, arsitek Sriwijaya Rahmad Darmawan tidak terlalu khawatir dengan absennya dua pilar tersebut. Sebab, kualitas pemain pelapis hampir sepadan. Ferry Rotinsulu akan diplot sebagai pengganti Hendro dan Ambrizal akan menggantikan posisi yang ditinggalkan Worabay.
''Kami rasa pemain pelapis nanti bisa menggantikan peran kedua pemain yang absen,'' ungkap Rahmad.
Asisten pelatih Arema Liestiadi mengatakan, meski Sriwijaya tidak diperkuat Warobay dan kemungkinan Hendro, kekuatannya tak berkurang. Soalnya, pemain pengganti dari sisi kualitas sepadan dengan pemain inti.
Misalnya, Ferry yang merupakan kiper timnas. Ambrizal juga dinilai sebagai pemain hebat. ''Meski tanpa diperkuat dua pilar, tidak ada ceritanya meremehkan Sriwijaya,'' ucap mantan pelatih PSMS Medan itu.
Komisi Banding (Komding) PSSI memutuskan untuk tidak mengubah hukuman yang dijatuhkan oleh Komdisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Arema Indonesia. Demikian diungkapkan oleh Ketua Komding PSSI, Rusdy Taher. Menurut Rudy, pihaknya memutuskan untuk menguatkan keputusan Komdis PSSI terhadap Arema. Hanya dalam menjatuhkan hukuman, Komding melengkapi fakta-fakta hukum yang telah dilanggar oleh Arema saat menjamu Persipura, 12 Desember 2009.
"Komdis PSSI hanya menyatakan Arema telah melanggar pasal 73 kode disiplin. Namun kami menjelaskan lebih rinci bahwa Arema telah melanggar pasal 73 butir a dan c," kata Rusdy saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 16 Desember 2009.
Menurut Rusdy, butir a mengatur tentang kesiapan panitia pelaksana pertandingan. Sedangkan butir b mengenai keamanan dan kenyamanan selama pertandingan.
"Kedua butir ini telah dilanggar oleh Arema. Karena itu hukuman yang berlaku sesuai dengan pasal 74 kode disiplin berupa sekali pertandingan tanpa penonton dan denda Rp50 juta ," kata Rusdy.
Sebelumnya Komdis telah menjatuhkan hukum yang sama kepada Singo Edan. Hukuman ini dijatuhkan karena panpel Arema tidak bisa menjaga tingkah laku suporternya saat menjamu Persipura, 12 Desember 2009.
Saat itu, penonton yang membludak meluber hingga ke pinggir lapangan. Tak hanya itu, di akhir pertandingan beberapa penonton juga melakukan pelemparan terhadap pemain dan asisten wasit.
"Kita perlu menampilkan citra sepakbola yang bermartabat. Kalau kami tidak tegas dalam memberikan hukuman, sepakbola kita akan terus seperti ini," ujar Rusdy.
Arema akan menjamu Persib Bandung, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 19 Desember 2009. Namun menurut Rusdy, eksekusi terhadap sanksi yang dijatuhkan kepada Arema akan ditentukan oleh PT Liga Indonesia.
"Mengenai kapan hukuman ini mulai dijalankan, kami serahkan ke tangan PT Liga," pungkas Rusdy.
Persela Lamongan tampil gemilang dalam lanjutan Liga Super Indonesia. Menjamu Arema Malang yang datang dengan rekor mentereng beberapa saat yang lalu (16/12) dengan dukungan 7612 penonoton, keangkeran stadion Surajaya Lamongan terbukti mampu membuat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir mematahkan rekor Arema sebagai satu-satunya tim yang sebelum pertandingan ini tak tersentuh kekalahan. Persela sudah unggul saat usia pertandingan baru menginjak menit ke-12 lewat Samsul Arif. Gol ini berawal dari kesalahan lini belakang lawan sehingga bola dapat dikuasai Zaenal Arifin lantas mengirim umpan ke Samsul Arif.
Pertandingan ini berjalan seimbang kedua tim memperagakan permainan menyerang. Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sampai-sampai terjadi perseteruan antara FX Yanuar dengan striker Arema Noh Alam Sah.Kedua pemain dihadiahi kartu kuning, sial bagi pemain Arema ini karena sebelumnya sudah mendapat kartu kuning. Sehingga sejak menit ke-36 Persela semakin di atas angin unggul jumlah pemain dan dalam situasi memimpin 1-0. Sebelum babak pertama rampung Pelatih Persela Widodo memasukkan Jimmy Suparno yang biasa berperan sebagai gelandang serang menggantikan Khomad Suharto pemain bertahan.
Di babak kedua Persela Lamongan menurunkan Martin Zada yang kali ini harus bersabar dulu di bangku cadangan untuk menggantikan Dicky Firasat di menit ke-55, sebelum meninggalkan lapangan wasit Najamudin asal Balikpapan menyodorkan kartu kuning bagi Dicky karena dianggap mengulur-ulur waktu. Keunggulan jumlah pemain ternyata tidak bisa dimaksimalkan Persela untuk menambah jumlah golnya dalam pertandingan kali ini. Hingga dua kali 45 menit pertandingan berkesudahan 1-0 untuk Persela Lamongan.
Tim Maung Bandung Persib optimistis bisa menumbangkan rekor tak terkalahkan Arema Malang, Sabtu (19/12), meski dipastikan berlaga tanpa bek Maman Abdurahman.
"Motivasi pemain cukup bagus, mereka siap turun pada pertandingan nanti. Hasil imbang lawan Sriwijaya di Palembang menjadi modal kami bertandang ke Malang," kata pelatih Persib Jaya Hartono di Bandung, Selasa (15/12). Absennya Maman Abdurahman yang menjadi pilar utama Persib saat membendung Sriwijaya FC, tak membuat Jaya kuatir karena pemain pelapis Wildansyah atau Edi Hafid siap diturunkan.
Sementara itu Nova Aryanto yang absen saat berlaga lawan Sriwijaya FC, dipastikan bisa diturunkan pada laga melawan Arema Malang.
"Persib cuma kehilangan Maman yang terakumulasi kartu kuning, pemain lainnya siap tempur dan kondisinya fresh," kata Jaya Hartono yang sempat merendam para pemainnya di Ciater Subang.
Optimisme Persib untuk menumbangkan rekor tak terkalahkan Arema beralasan. Sebelum menahan imbang Sriwijaya FC 1-1, Persib menumbangkan rekor tak pernah kalah Persela Lamongan.
Namun demikian, Jaya Hartono enggan sesumbar terkait peluang timnya. Yang jelas ia hanya menagetkan tiga angka pada pertandingan mendatang. "Persib sangat butuh poin untuk mendekati papan atas, termasuk lawan Arema. Target kami jelas tak kehilangan angka, di partai tandang," kata Pelatih asal Kediri itu.
Terlebih, Persib saat ini tak punya kendala serius di timnya kecuali ketidak hadiran Maman. Lini depan Persib kemungkinan akan menurunkan trio penyerang Budi Sudarsono, Hilton, dan Christian Gonzales. Sektor tengah, Eka akan ditemani Sunchao Nutnum yang didukung duet sayap Gilang Angga dan Atep.
"Arema sedang dalam kondisi terbaiknya, kans kita fifty-fifty," katanya. Jaya menyebutkan, timnya tak akan menyia-nyiakan sekecil apapun peluang yang diperoleh pada pertandingan mendatang.
Persib mempunyai misi khusus pada pertandingan di Jawa Timur itu untuk memupus anggapan sebagai tim Jago Kandang. Persib mengawali dengan menahan imbang tim kuat Sriwijaya FC.
"Kita sudah kehilangan empat partai tandang, meski dari sisi penampilan dan peluang cukup banyak," kata Jaya Hartono menambahkan.

